“tuhan tidak memberikan jalan yang sama pada setiap umatnya, untuk itu Dia memberikan penglihatan, pendengaran, penyerapan yang berbeda di setiap kapasitasnya”
“kita tidak perlu sedarah untuk bersaudara, juga tak harus sama. cukup mau untuk mampu. mau menerima, memahami, dan mengerti lalu... berganti.”
“kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. tapi dengan menulis, seolah kita telah memiliki takdir kita sendiri.”
“perjalanan kita adalah sejarah, yang selalu dilalui kisah-kisah untuk kembali menjadi sejarah.”
“pulang itu bukan soal berkemas dan kembali ke rumah, sayang. pulang berarti merevisi keputusan dan menata ulang”
“kelak, kita akan berbahagia dengan mimpi-mimpi kita Sa”