“Puisi yang ditulis dengan hati tak pernah mati, puisi yang ditulis dengan peristiwa kelak jadi kenangan atau bahkan hilang dari ingatan, puisi yang ditulis dengan cinta ia akan mencipta, tercipta dan juga menjadi kata-kata yang tak lapuk dimakan usia~~”
“Ada untungnya kalau kita pernah studi di Barat, terutama ketika menghadapi para pengagum Barat yang arogan dan merasa 'superior'. Seperti kata hadits, sombong kepada orang sombong adalah sedekah.”
“Orang kita kan memang suka barang impor, suka latah dan ikut-ikutan. Seringkali tanpa mengerti maksud dan latar belakangnya. Orang Barat sekuler, ikut sekuler. Mereka liberal, ikut liberal. Mereka kritik Bible, kita kritik Al-Qur'an. Nanti, mereka hancur, kita pun ikut hancur.”
“Ada sebuah ungkapan bijak yang mengatakan bahwa manusia itu ada empat macam. Pertama, mereka yang tahu bahawa dirinya tahu. Yang ini patut dipercaya dan diikuti. seperti disinyalir dalam al-Qur’an: ula’ika l-ladziina hadallah, fa-bi-hudaahum iqtadih! (al-An’aam: 90). Kedua, mereka yang tidak tahu bahwa dirinya tahu. Yang seperti ini harus diingatkan dan disadarkan dulu sebelum diikuti. Ketiga, mereka yang tahu bahwa dirinya tidak tahu. Yang semacam ini perlu dibimbing dan ditunjukkan. Keempat, mereka yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu. Yang model begini tidak perlu dilayani, kerana cenderung ngeyel ‘merasa tahu tetapi tidak tahu merasa’. Kepada golongan ini kita disarankan cukup berkata: salaamun ‘alaykum la nabtahghi l-jaahiliin (al-Qashash: 55).”
“Merhaba Gün açar, Karın verir yağmurlu toprak. İncesu Deresi, merhaba. Saçakta serçeler daha çılgındır, Bulutlarda kartal, Daha çalımlı. Koparır göğsünden bir düğme daha, Tezkere bekleyen biri. İncesu Deresi merhaba. Genç bayraklar vardır, Barış düşünür, Kuyularda işçi, mavilikleri. Ben hepsini düşünürüm, Yirmidört saat Ve seni düşünürüm, Karanlık, hırsı... Seni, cihanların aziz meyvası. İlan-ı aşk makamından bir mısra, Yeşerip, kımıldar içimde, Düşer aklıma gözlerin... Oysa murad alamam. Oysa akdan - karadan Bilirim, payım bu kadar... Unutmuş gülmeyi gözbebeklerim. Unutmuş dudaklarım öpmeyi. İncesu Deresi, merhaba...”
“...Gelgelelim,Beter, bize kısmetmiş.Ölüm, böyle altı okka koymaz adama,Susmak ve beklemek, müthişGenciz, namlu gibi,Ve çatal yürek,Barışa, bayrama hasretUykulara, derin, kaygısız, rahat,Otuziki dişimizle gülmeğe,Doyasıya sevişmeğe,yemeğe...Kaç yol, ağlamaklı olmuşum geceleri,Asıl, bizim aramızda güzeldir hasretVe asıl biz biliriz kederi...”