“Dakwah dan tarbiyah oleh penulis itu ditujukan pada dirinya sendiri dan pada yang membaca.”

Diya Nordin

Explore This Quote Further

Quote by Diya Nordin: “Dakwah dan tarbiyah oleh penulis itu ditujukan p… - Image 1

Similar quotes

“Jangan menyerah pada nasib. Masa depanmu ditentukan oleh nilai pikiranmu sendiri. Karena itu, tancapkan keinginan dan harapanmu sedalam-dalamnya pada hati dan pikiranmu, dan percayalah seluruh alam semesta ini akan membantumu untuk mencapai tujuanmu”


“Teater menciptakan getaran-getaran pada setiap segmen peristiwa di atas pentas, getaran itu di serap penonton dan di simpan dalam dirinya. Getaran itu seperti sinyal atau kode yang disalurkan oleh setiap pementasan-pementasan teater. penonton di paksa memelihara getaran itu sampai dia merasakan kehilangan dan mengambilnya kembali pada setiap pementasan.”


“Selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal dalam memetik kenangan yang tak diinginkan”


“Orang-orang itu telah melupakan bahwa belajar tidaklah melulu untuk mengejar dan membuktikan sesuatu, namun belajar itu sendiri, adalah perayaan dan penghargaan pada diri sendiri. (hlm. 197)”


“Pada prinsipnya kita bersetuju bahawa pandangan manusia, dan oleh kerananya ilmu-ilmu yang dibangunkan olehnya, dalam bidang apapun tidak boleh dikultuskan dan dianggap absolut. Hanya ilmu Tuhan yang mutlak (absolute). Menyedari keterbatasan ilmu manusia ini maka kita harus bersifat terbuka dalam menerima kepelbagaian pandangan, dan pada tahap ini kita bersetuju dengan idea pluralisme. Namun apabila kita berbicara mengenai konteks yang lebih besar iaitu tentang kebenaran dan realiti, dan bukan sebatas kebenaran dan realiti yang ditayangkan oleh akal fikiran manusia semata, tetapi suatu yang ditayangkan oleh pandangan alam Islam maka kita harus berhati-hari kerana ia melibatkan bukan hanya ilmu manusia tetapi juga ilmu Tuhan yang telah disampaikan kepada manusia melalui para nabi dan rasulNya. Oleh kerana itu dalam konteks Islam tiada pluralisme agama kerana di sini kita berbicara tentang wahyu dan makna-makna yang dibangun oleh al-Qur’an itu sendiri, dan bukan semata-mata hasil budaya dan produk sejarah manusia.”


“Percayalah, bila kamu tidak dapat mengalihkan perhatian pada hal lain yang fana..., dan hanya memikirkan kehidupan itu sendiri, kamu akan gila: karena ia akan mengalahkan dan merendahkanmu secara perlahan.”