“Seorang sahabat tidak akan peduli siapa dirimu, seperti apa keluargamu, seperti apa kehidupanmu. Juga, seperti apa masa lalumu. Karena sahabat tidak akan peduli dengan itu semua. Sahabat akan menerimamu apa adanya. Dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Sahabat akan selalu mendukung dan terus memberikanmu semangat untuk terus maju. Itulah sahabat sejati.”
“Pagi ini, matahari tetap bersinar. Besok pun matahari akan tetap bersinar. Besok dan besok pun matahari akan tetap bersinar. Aku nggak akan takut kehilangan sinar itu karena sinar yang lain masih akan tetap bersinar. Dan mungkin, sinar yang baru ini akan menjadi sinar yang paling indah.”
“Sejahat-jahatnya orang jahat, pasti punya hati kecil yang akan berkata jujur. Semua orang bisa saja berpura-pura jahat. Tapi, hati kecilmu nggak akan bisa berpura-pura jahat.Hatimu akan selalu berkata jujur.”
“Sahabat terbaikmu, gak akan mungkin berteman dengan musuhmu.”
“Biar kau tahu,Kal,orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi,dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu”
“Seperti juga bagi orang-orang pribumi lain, bagi Salim itu pun logika yang tidak bisa diusik-usik. Bila kita kuli kontrak, kita pun kehilangan semua kemanusiaan dan hak kita. Kita harus selalu melakukan apa yang diperintahkan oleh seorang tuan administratur untuk melakukannya, dan karena itu akan sangat ganjillah bila kita harus sakit karena satu pon daging busuk”
“Orang yang selalu menunda-nunda niatnya tidak akan mencapai apa-apa.Bertindak memang ada bahayanya, tetapi bila kita duduk saja menunggu rezeki nomplok, yang akan datang adalah kegagalan.Kesampingkan saja keragu-raguan anda dan maju terus.!”