“Wahai anakku! dunia ini bagaikan samudera tempat banyak ciptaan-ciptaaNya yg tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dg menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nakhoda perjalannanmu dan sabar sebagai jangkar dlm setiap badai dan cobaan (Ali bin Abi thalib ra)”

Hanum Salsabiela Rais

Explore This Quote Further

Quote by Hanum Salsabiela Rais: “Wahai anakku! dunia ini bagaikan samudera tempat… - Image 1

Similar quotes

“Dunia ini bagaikan samudra tempat banyak ciptaan-ciptaanNya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai nahkoda perjalananmu; dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan”


“Pergilah, jelajahilah dunia, lihatlah dan carilah kebenaran dan rahasia - rahasia hidup ; niscaya jalan apa pun yang kaupilih akan mengantarkanku menuju titik awal”


“Ilmu pengetahuan itu pahit pada awalnya, tetapi manis melebihi madu pada akhirnya”


“Esensi sejarah bukanlah hanya siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu: siapa yang lebih cepat belajar dari kemenangan dan kekalahan”


“Ketiadaan budaya ilmu bersepadu dalam tamadun hari ini telah mengakibatkan peluasan bencana kehilangan adab. Kebiadaban ini telah melahirkan banyak kerosakan dalam pemikiran dan akhlak manusia serta alam tabii. Dalam pemikiran dan akhlak, kejahilan atau kebebalan dan kemalasan intelektual dikaitkan (sebagai alasan) dengan pengkhususan; kedayusan moral disebut sebagai toleransi dan kesederhanaan; pembaziran dimaknakan dengan rekreasi atau mempertahankan kedudukan; korupsi akhlak dan ekonomi atau kedua-duanya sekali dimaafkan sebagai lumrah kehidupan moden; dan penjahanaman alam sekitar disebut sebagai harga tabii kemajuan.”


“Tiada malapetaka yang lebih besar jika institusi pengajian tinggi -yang seharusnya menjadi taman untuk pengembangan ilmu, penghormatan kepada kewibawaan ilmu dan ilmuwan- tidak meletakkan ilmu sebagai keutamaan dan menjadikan ilmu, ulama dan institusi ilmu hanya sebagai alat kepentingan ekonomi, politik atau peribadi; dan apabila institusi ilmu hanya menjadi taman mengutip untung kebendaan sementara, atau untuk menempah kedudukan dan nama. Ini merupakan suatu krisis dan malapetaka kepada sesebuah tamadun manusia, dan tiada kezaliman yang lebih besar kepada tamadun insan daripada kezaliman ini.”