“Jalani dan akhiri hidup Kristen anda sebagaimana Anda memulainya, yaitu dengan tetap terus mempercayai Kristus dalam segala situasi. Ingatlah, bukan langkah awal menentukan, tapi langkah akhir dalam kesetiaan”
“Anda bertanggung jawab atas kehidupan anda. Anda tidak bisa terus menerus menyalahkan orang lain untuk kesalahan-kesalahan dalam hidup anda. Hidup ini sebenarnya adalah tentang melanjutkan kehidupan itu sendiri.”
“Ingatlah sahabat, impian adalah titik gerak langkah kita, kesungguhan dan keyakinanmu bakal menentukan titik akhirnya.”
“Saat Anda bisa membayarkan semua tagihan dalam hidup Anda, sebetulnya Anda sedang mengambil alih kendali hidup Anda.”
“Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup.”
“Janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti sesuatu. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. Ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.”
“Duta Besar, betapa senangnya bertemu dengan Anda! Para pelarian? Upeti? Semuanya dalam kondisi baik. Kita akan berbincang setelah makan malam. Mari kami tunjukkan ruangan Anda. Ya, karpetnya dan sutranya bagus, bukan―ini yang terbaik. Segelas anggur, mungkin? Anda suka gelasnya? Ini semua milik Anda. Oh, dan setelah makan malam, para gadis menari. Anda sudah melakukan perjalanan panjang. Gadis-gadis ini khusus dipilihkan untuk mengembalikan semangat para pejuang besar seperti Anda.”