“Yang namanya kesenangan tak terbatas hanya pada keyakinan. Lagipula kalau segalanya diciptakan oleh Tuhan, termasuk kesenangan, untuk apa Tuhan harus repot-repot melarangnya hingga memberikan ancaman berupaa neraka dan siksaan lainnya.”
“Barangkali keindahan bukan hanya terpancar dari keindahan itu sendiri, tetapi juga dengan siapa kita menikmati keindahan itu.”
“Tuhan berjanji untuk memberikan kita, apa yang kita perlu bukan apa yang kita mahu”
“Cinta manusia dalam tahap ekstrem seringkali bercampur dengan beberapa derajat kematian—kematian terhadap ego sendiri, terhadap hasrat sendiri, terhadap kesenangan-kesenangan sendiri demi kepentingan yang lain. Dan ini disebabkan cinta manusia itu sendiri merupakan pantulan dari Cinta Tuhan, yang bisa dialami hanya setelah kematian ego, dan dapat mengantarkan kepada Tuhan jiwa-jiwa mereka yang cukup beruntung untuk mengalami cinta ini.Cinta ilahiyah kadang menggunakan cinta insaniyah sebagai jembatannya. (Mayasmara)”
“Ketika kesenangan berganti dengan kehilangan, kita baru sadar kalau apa yang kita miliki terlalu berharga untuk ditukar dengan apa pun.”
“tuhan tidak memberikan jalan yang sama pada setiap umatnya, untuk itu Dia memberikan penglihatan, pendengaran, penyerapan yang berbeda di setiap kapasitasnya”
“...Kita harus bertindak sesuai dengan nalar kita, dan selanjutnya biarkan Tuhan yang menentukan nilai akhirnya, Kalau kau yakin pada saat ini ingin menjadi pelayan Sang Pencipta kita dengan cara tertentu, maka keyakinan itulah satu-satunya pembimbing yang kau miliki menuju masa depan. Jangan takut untuk meyakini hal ini.”