“Pikiran itu sendiri adalah tempat; di dalamnya ia dapat mengubah neraka menjadi surga atau surga menjadi neraka”
“Saya percaya setiap manusia dapat mewujudkan surga, neraka, berlaku seperti malaikat, dan menjadi iblis itu sendiri.”
“Jika sebuah pernikahan hanya menjelma menjadi neraka, lalu untuk apa sebenarnya mempertautkan cinta dalam sebuah ikatan seperti itu? Di hadapan Tuhan pula.”
“Hidup itu nggak selamanya di jalan yang lurus. Kadang kita naik ke atas bagai ke surga, kadang kita turun ke bawah bagai ke neraka. Tapi satu hal yang perlu diingat, semuanya terjadi untuk kebaikan.”
“Momentum tidak dapat dikejar. Momentum hadir. Begitu ia lewat ia tidak lagi sebuah momentum. Ia menjadi kenangan. Dan kenangan tidak akan membawa Anda kemana-mana. Kenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai. Anda seharusnya menjadi arus bukan batu.”
“Ia menceritakan kisah tentang surga, di mana para manusia yang saleh dapat hidup dengan nikmat, senikmat-nikmatnya. Mereka bisa mendapat makanan dan minuman berlimpah, bidadari yang cantik-cantik (jadi, para bidadari tidak bisa menikmati surga karena mereka cuma budak seks di sana).”
“Ukuran sebuah masyarakat adalah seberapa baik masyarakat itu mengubah rasa sakit dan penderitaan menjadi sesuatu yang berguna.”