“Betapa susah untuk memahami arti diri. Betapa sulit menyelami maunya hati.”
“Mungkin benar jugaKita perlu waktu untuk tidak bersua, tapi sejenak sajaMungkin tidaklah salah, aku pendam dulu rasa rinduBiarkanlah hati merintih dan meratapTapi sejenak saja,lalu untuk selamanya kita berpayung dalam satu cinta...!”
“Untuk apa jauh-jauh lagi mencari, sementara dalam dirimu saja aku sudah menemukan alasan hidup: bahagia bersamamu.”
“bukankah cinta itu memang tidak pernah butuh alasan, meskicuma satu huruf?! Sepertinya, iya...!”
“aku mencintaimu dengan sadar, san akan terus mencintaimu dengan sabar”
“Aku adalah kunang-kunangDalam gelap aku terbang, dalam gelap aku terangDan jadilah kau senja. karena gelap kau ada,Karena gelap kau indahAku hanyalah kunang-kunang dan engkau hanyalah senjaSaat gelap kita berbagi.Saat gelap kita abadi...”
“aku mencintaimu di luar pemahaman. Selesai! Dan, aku bahagia. Cukup!”