“Waktu orang tua itu lagi muda, aku pun lagi muda dan waktu iamendapat ikan itu aku pun sedang menangguk, beroleh seekor ikan, yangamat besar pula, dalam perutnya kedapatan sebuah gung, yang amatbesar. Apabila aku palu kedengaranlah bunyinya "bohong, bohong,bohong.”

Mohammad Kasim

Explore This Quote Further

Quote by Mohammad Kasim: “Waktu orang tua itu lagi muda, aku pun lagi muda… - Image 1

Similar quotes

“Aku terkesima betapa dunia adalah sebuah tempat yang indah. Sekali lagi aku mendapatkan perasaan euphoria terhadap segala sesuatu di sekitar diriku. Siapakah kita ini, yang selalu hidup di sini? Setiap orang di pelataran itu seperti sebuah harta karun hidup yang penuh dengan pikiran dan kenangan, impian dan keinginan. Aku terkurung di dalam kehidupan kecilku sendiri di bumi ini, tapi itu pun berlaku pada setiap orang lain di pelataran ini.”


“Bohong yang baik itu tidak ada.Bohong adalah bohong.”


“..Pakaian kita patutlah sepadan dengan pencaharian kita. Kalau kitatelah bersepatu, hendaknya di rumah pun duduk di atas kursi atau diatas tikar permadani, tidur di atas katil, makan cukup, gulai jangansambal terasi berganti dengan sambal belacan sahaja.Aku ini, itulah sebabnya maka tak sepakat dengan kelakuankebanyakan orang zaman sekarang. Dasi berjela-jela setengah meter,uang pun kuntal kantil di dada, tetapi kantung melayang ditiup angin.Sampai di rumah mulut disempal dengan daun ubi campur sambal terasi.”


“Lamlah tidak mau jadi anak laja, Lamlah anak bapak dan anak mak,"jawab budak yang belum mengenal kemuliaan dunia itu.Ala, bodoh si Malah ini, tidak mau jadi anak raja?" kata si Saminmencampuri percakapan itu. "Anak raja senang sekali, duitnya banyak,hari-hari makan ayam."Kalau si Samin ini, tak lain daripada memikirkan pengisi perut saja,"kata mak si Samin dari balik dinding.Ya, abang ini lakus benal, endak makan ayam saja seperti musang,"kata si Ramlah.”


“Aku merasa sedang dipermainkan oleh nasib, tenggelam ke dalam mimpi berlapis-lapis, mimpi yang di dalamnya ada mimpi lagi, lagi dan lagi.”


“Mereka sedang dalam perjalanan menggapai mimpinya ... tampaknya sebentar lagi sampai .. sementara ini aku masih duduk termenung menunggu bus yang dapat membawaku menuju impian itu, inginnya sih naik pesawat jet ... tapi dalam menggapai mimpi tidak ada yang instan butuh perjuangan , kalau begitu sembari menantinya datang bagaimana kalau kamu tetap melangkah dengan kedua kakimu sekarang? walaupun jauh tapi setidaknya kamu tetap mencoba hingga waktu itu pun tiba ... percayalah, bersabarlah dan melangkahlah :)”