“Katakan sajaKau cinta aku dalam diamBisa saja aku cinta kau dalam dalam.”
“Sesungguhnya;Cinta itu amat keparatDitunggu rasanya penatDikejar pastinya tak larat.”
“hic sacra domus carique penates, hic mihi Roma fuit.”
“Kau tahu, kan.. Kau takkan bahagia kecuali -sekali saja- kau pernah merasa tak bahagia.”
“kucintamu selalu...meski waktu tak lagi jadi sekutu,meski hari tak lagi jadi temanku.ku selalu cintamu...hari ini,esok, atau tak tentu waktu.ku kan selalu cintamu...”
“Kau tak kan pernah bisa bahagia sebelum memafkan, memberi kesempatan dan menyayangi dirimu sendiri”