“Di sini aku mengerti kalau pendidikan itu mahal. Kerna itu pekerjaan juga harus lebih mahal.”
“Harus menjadi pemberani pada hidup yang dipilih, harus menjadi pejuang pada hidup yang di luar pilihan.”
“Binatang itu bicara, makan -- tapi tak mengerti dirinya sendiri. Dan aku begitu juga.”
“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. MEngerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri.”
“Kamu menulis: "Kita sudah mengatakan A, maka kita harus menyebutkan seluruh huruf." Namun masalah itu sekarang sudah sedemikian luar biasa hingga aku menjadi ragu. Maka, kukutipkan puisi singkat dari Jan Erik Vold mengenai hal itu:"Siapa yang mengatakan ATelah mengatakan A"Kamu mengerti yang kumaksud, kan? Kalau kamu telah mengatakan A, maka kamu telah mengatakan A dan harus menjalani segala resiko yang mengikutinya. Tapi, itu tak berarti bahwa kamu juga harus mengatakan B.”
“Kalau yang memuji itu teman baik, itu biasa. Kalau yang mencela itu musuh, juga biasa. Tapi kalau yang memuji itu musuh, dan yang mencela itu kawan, itu menyebabkan saya berpikir-pikir.”
“Seandainya ikan, kita ini belut. Belut harganya murah, tetapi ia bisa tinggal di dalam lumpur, berbeda dengan ikan gurami yang mahal tetapi sekarat kalau harus nyungslep di air keruh sekalipun.”