“I want to love you simply, in words not spoken: tinder to the flame which transforms it to ashI want to love you simply, in signs not expressed: clouds to the rain which make them evanescent (Aku Ingin-I Want)”
“Aku Inginaku ingin mencintaimu dengan sederhana:dengan kata yang tak sempat diucapkankayu kepada api yang menjadikannya debuaku ingin mencintaimu dengan sederhana:dengan isyarat yang tak sempat disampaikanawan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;dengan kata yang tak sempat diucapkankayu kepada api yang menjadikannya abuaku ingin mencintaimu dengan sederhana;dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
“Aku mencintaimu.Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakankeselamatanmu”
“Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.”
“Kita berdua saja duduk,Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput,Kau entah memesan apa,Aku memesan batu ditengah sungai terjal yang deras,Kau entah memesan apa, Tapi kita berdua saja duduk,”
“dalam diriku mengalir sungai panjang,darah namanya;dalam diriku menggenang telaga darah,sukma namanya;dalam diriku meriak gelombang sukma,hidup namanya;dan karena hidup itu indah,aku menangis sepuas-puasnya”