“Sebuah majalah anak-anak menggambarkan pengalaman bandara dari sisi lain pagar.”
“Sebagaimana di negara-negara lain, buku teks sekolah dan buku anak-anak di Indonesia merupakan sarana yang cocok untuk mempelajari landasan ideologis suatu rezim dalam hakikatnya yang telanjang. Anak-anak tidak terlalu mengontrol apa yang dibacanya, sampai mereka mulai membeli buku-buku pilihannya sendiri dengan uang saku mereka sendiri.”
“Para pemimpin atau bos berusaha keras menghidupkan citra Bapak sebagai seorang ayah yang penuh perhatian sekaligus mampu memenuhi harapan tanpa batas anak-anak atau bawahannya.”
“Ingat apa kata Untung pada siaran radionya yang pertama: "Kepada para perwira, bintara, dan tamtama Angkatan Darat di seluruh tanah air, Komandan Letnan Kolonel Untung menyerukan supaya bertekad dan berbuat untuk mengikis habis pengaruh-pengaruh Dewan Jenderal dan kakitangan-nya dalam Angkatan Darat. Jenderal-jenderal dan perwira-perwira yang gila kekuasaan, yang menelantarkan nasib anak buah, yang di atas tumpukan penderitaan anak buah bermewah-mewah dan berfoya-foya menghina kaum wanita dan menghambur-hamburkan uang negara harus ditendang keluar dari Angkatan Darat dan diberi hukuman setimpal.”
“Novel laris yang terbit akhir 1970-an, Arjuna Mencari Cinta, dimulai dengan peristiwa dicabutnya hak Arjuna, seorang remaja SMU dari sebuah keluarga kaya, untuk memakai mobil dinas ayahnya.”
“Wartawan Brian May menulis: "Indonesia dilahirkan setelah sebuah penculikan; dilahirkan kembali dalam kudeta dan dibaptis dengan darah darah pembantaian.”
“Orang-orang Jakarta tetap merajut dan memperluas jaringan melalui semua jalur yang tersedia, sejauh itu memenuhi kepentingan, kebutuhan, selera, dan kesenangan mereka. Jalan untuk memperluas jaringan sangatlah dan sederhana. Satu orang diperkenalkan kepada seseorang lain dan kepada seseorang yang lain lagi.”