“Ia (Adam) diberi akal sebagai perangkat mengetahui dan memahami. Diberi nafs yang dengannya ia menyedari dan mengerti. Diberi hati yang dengannya ia merasa dan mencinta.”
“Cinta adalah khabar yang berasal dari hati, kemudian akal mempersoal dan membantahnya. Namun, hati tetap percaya kepada khabar itu dan tegar menceritakannya. Dan hati pun sedia menanggung akibat atas pengkhabaran itu.”
“Duri yang terdapat di perut manusia itu membuatnya tidak pernah merasa kenyang, tenang dan tenteram. Kita (pipit) mengenal kenyang, tetapi manusia hanya mengenal lapar.”
“Cinta adalah puisi. Makna-maknanya keluar dari hati. Keindahannya akan sirna jika dalam nafasnya disisipi akal.”
“Bagi orang-orang yang beriman, dimana pun ia bisa rukuk dan sujud kepada Allah, maka ia menemukan bumi cinta. Dan sesungguhnya dunia ini adalah bumi cinta bagi para pecinta Allah Ta'alla. Bumi cinta yang akan mengantarkan kepada bumi cinta yang lebih abadi dan lebih mulia yaitu surganya Allah”
“Diberi paha minta pelir. Diberi pelir minta buntut. Diberi buntut minta cinta. Diberi cinta minta hati dan dia wajar mati!”
“Dirasakannya cintanya, cinta yang mudah, sederhana dan bermaksud baik. Dan ia tak sampai hati melukainya. Bagaimana mungkin ia bisa berfikir, berkata terhadap cinta yang tidak rumit ini.”